SYAFREIN.COM

home and family guide

Melaka semakin macet

MACET menurut kamus (KBBI) bermakna “tidak  dapat berfungsi dengan baik, terhenti, tidak lancar, dan sebagainya.” Perkataan ini banyak digunakan di Indonesia untuk menggambarkan keadaan lalu lintas yang tersendat-sendat, terutama di Jakarta yang sering mengalamikemacetan total.

“Waduh … nggak enak jalan-jalan di Jakarta, macet melulu!”

“Makanya … kalau mau ke sana hari Minggu aja.”

Begitulah kira-kira dialog yang sering dilontarkan tentang kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Lain pula halnya di Melaka yang semakin hari bertambah macet (traffic jam).

Pengaspalan (penurapan) jalan juga menyebabkan lalu lintas jadi macet. Inilah yang berlaku di Lebuh AMJ Cheng pagi tadi.

Kebanyakan orang yang mau ke tempat kerja dan ke sekolah merungut panjang pagi tadi.

“Apa pasallah kontraktor ni buat kerja pagi-pagi buta begini?”

Sudahlah lampu trafik banyak, jaraknya pun dekat-dekat. Dari Taman Bertam Jaya hingga ke Cheng Height ada 6 lampu trafik! Jaraknya 1 – 2 km saja.

Keadaan kemacetan di bandaraya Melaka semakin serius. Kerajaan negeri perlu bertindak segera memperbaiki sistem pengangkutan awam di bandar ini.

Kalau anda menaiki bus di Melaka … sungguh memprihatinkan! Sistem pengangkutannya ketinggaln 40 tahun berbanding Singapura. Padahal Melaka bandaraya warisan dunia ramai dikunjungi pelancong domestik dan luar negara.

Bad Behavior has blocked 104 access attempts in the last 7 days.

Switch to our mobile site